EKRAF, Jakarta – Sebagai platformgim dan kreasi imersif global, Roblox menegaskan pihaknya akan terus bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memastikan proses penilaian risiko yang dipersyaratkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) dapat berjalan baik.
Melalui kerja sama dengan Komdigi, Roblox menyadari peran penting PP TUNAS dalam melindungi anak-anak dan keluarga dalam interaksi daring.
“Kami juga berkomitmen untuk membangun platform di mana pengguna dari segala usia dapat memiliki pengalaman positif. Untuk itu kami terus berinovasi demi meningkatkan keamanan pengguna,” ungkap Roblox dalam rilisnya yang diterima redaksi.
Selain itu, dalam rilis yang dikirimkannya, Roblox juga menyatakan komitmennya menerapkan solusi yang memenuhi persyaratan lokal, dalam hal ini regulasi yang berlaku di Indonesia. Solusi ini merupakan tambahan terhadap perlindungan canggih yang sebelumnya telah diterapkan di platform Roblox.
Selain komitmen tersebut, Roblox juga menyatakan rencana untuk memperkenalkan kontrol tambahan untuk konten dan fitur komunikasi bagi setiap pemain berusia di bawah 16 tahun di Indonesia.
Seperti apa solusi Roblox tentang pemeriksaan usia pengguna yang telah teraplikasi?
Berikut ini adalah keterangan resmi Matt Kaufman, Chief Safety Officer, dan Rajiv Bhatia, Vice President of User and Discovery Product Roblox: Klik ini.
Foto: Unsplash/ Oberon Copeland.
